permainan anak jaman old
Ayo Main!5Permainan Jadul yang Seru untuk Anak Zaman old
Permainan zaman old berbeda dengan permainan zaman now, namun keren juga untuk diajarkan kepada Si Anak. Kenapa?
Permainan
zaman Mama dan Papa kecil banyak yang dimainkan di luar ruangan, sebab
masa itu belum banyak gawai yang menyediakan permainan. Mama dan Papa
sangat kreatif untuk memodifikasi permainan yang sudah ada, bahkan
membuat permainan sendiri.
Banyak keterampilan yang Mama dan Papa
asah dengan melakukan permainan itu, contohnya keterampilan sosial,
memecahkan masalah, daya tahan fisik, kreativitas, keterampilan motorik
kasar dan halus, dan lainnya. Popmama.com yakin Mama dan Papa setuju dengan pendapat itu.
Yuk, kita kembali ke masa lalu untuk melihat permainan apa saja yang keren untuk diajarkan ke Si Anak zaman now.
1. Petak umpet
Bahasa keren permainan ini adalah hide and seek. Mungkin masih banyak anak zaman now
yang bermain petak umpet, tapi jumlah peserta nya tidak terlalu besar.
Permainan merupakan salah satu permainan favorit pada saat terang bulan.
Anak zaman old senang bermain saat bulan purnama, mungkin karena mereka tidak percaya adanya manusia serigala alias werewolf.
Permainan ini dapat dimodifikasi menjadi mencari harta karun, alias scavenger hunt.
Dengan cara menyembunyikan petunjuk guna mencari “harta karun.”
Permainan mencari harta karun ini dapat dilakukan dalam kelompok kecil
dengan urutan mencari petujuk yang berbeda. Keduanya sangat seru dan
menyenangkan sebab kemampuan berkamulflase dan keahlian membaca petunjuk
menjadi kunci.
Si Anak diajarkan untuk berpikir kreatif dan beradaptasi dengan lingkungan agar dapat menguasai permainan ini.
2. Benteng
Adalah
permainan berkelompok lainnya. Untuk memainkannya dengan Si Anak, Mama
membutuhkan sebuah tiang atau sudut tembok sebagai banteng.
Pemain
akan merusaha menyentuh banteng lawan sebagai tanda kemenangan. Jadi
pemain wajib menyentuh banteng untuk mengejar lawan yang meninggalkan
bentengnya. Pemain yang paling akhir menyentuh banteng memiliki kekuatan
yang lebih dibanding pemain yang lebih awal.
Pemain yang
tertangkap akan menunggu di daerah dekat banteng lawan yang berbentuk
lingkaran dan disebut “penjara.” Rekan pemain yang berada di penjara
tersebut dapat menyelamatkannya.
Kembali, Si Anak diajarkan untuk
bersosialisasi, komunikasi efektif, sportivitas dan mengatur strategi
selain kemampuan motorik kasar dan daya tahan fisiknya yang dilatih.
3. Senapan bambu
Ini
adalah permainan perang-perangan. Senjata yang dibuat dari bambu dengan
peluru kertas basah atau buluh. Di daerah jawa menyebut senapannya
dengan nama “slepokan” sebab saat menembakkan pelurunya terdengar suara “slepok.”
Di zaman now, permainan ini sama seperti air-softgun. Lawan yang terkena tembakan dinyatakan kalah, dan permainan selesai jila seluruh pemain lawan tertembak.
Kreativitas,
motorik halus, strategi, dan komunikasi dalam tim menjadi nilai yang
dapat diambil oleh Si Anak. Sekaligus keahlian menembak dengan akurat
dapat dilatih, sebab menembak lawan yang bergerak sangat sulit.
4. Kelereng
Ini
adalah permainan yang digemari anak laki-laki. Banyak variasi dalam
bermain kelereng. Pemain dinyatakan menang jika dia memperoleh kelereng
terbanyak selama permainan. Proses negosiasi peraturan sebelum dimulai
terkadang berlangsung cukup lama, sebab pemain yang menang berhak atas
kepemilikan kelereng tersebut.
Si Anak dilatih untuk proses
negosiasi dalam permainan ini sekaligus sportivitas. Sebab jika dia
kehilangan kelereng dalam jumlah yang besar, Si Anak harus dapat
menerima kekalahan itu dengan legowo.
5. Ketapel
Bermain
ketapel sangatlah seru dan mengembangkan sikap rasa memiliki, sebab
pemain harus membuat ketapelnya sendiri. Ketapel dibuat dari dahan pohon
jambu untuk mendapatkan kekuatan yang besar, namun terkadang untuk
bersenang-senang pemain membuatnya dari jeruji bekas dari ban sepeda.
Keterampilan Si Anak membuat kerajinan dilatih dalam permainan ini, selain itu juga kemampuan menembak dengan akurat.






Komentar
Posting Komentar